cara menulis surat izin sekolah
Cara Menulis Surat Izin Sekolah yang Efektif dan Profesional
Menulis surat izin sekolah adalah keterampilan penting bagi siswa maupun orang tua. Surat izin yang baik tidak hanya memberikan informasi yang jelas dan ringkas tentang alasan ketidakhadiran, tetapi juga menunjukkan tanggung jawab dan rasa hormat terhadap pihak sekolah. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang cara menulis surat izin sekolah yang efektif dan profesional, mencakup format, bahasa, contoh, serta tips untuk memastikan surat Anda diterima dengan baik.
Struktur Surat Izin Sekolah yang Ideal
Surat izin sekolah sebaiknya mengikuti struktur yang jelas dan teratur agar mudah dibaca dan dipahami. Struktur ini mencakup:
-
Kepala Surat (Heading): Bagian ini berisi informasi penting tentang pengirim surat.
- Nama Lengkap Orang Tua/Wali: Tuliskan nama lengkap orang tua atau wali yang bertanggung jawab atas siswa.
- Alamat Lengkap: Cantumkan alamat lengkap tempat tinggal siswa. Ini penting untuk keperluan verifikasi jika diperlukan.
- Nomor Telepon yang Bisa Dihubungi: Sertakan nomor telepon aktif yang dapat dihubungi pihak sekolah jika ada pertanyaan lebih lanjut.
- Tanggal Penulisan Surat: Tuliskan tanggal saat surat tersebut dibuat. Format tanggal yang umum digunakan adalah DD/MM/YYYY atau Bulan DD, YYYY.
-
Tujuan Surat (Addressee): Bagian ini menunjukkan kepada siapa surat tersebut ditujukan.
- Yth. (Yang Terhormat): Gunakan sapaan formal “Yth.” sebagai bentuk penghormatan.
- Nama Kepala Sekolah/Guru Wali Kelas: Tuliskan nama lengkap kepala sekolah atau guru wali kelas yang bersangkutan. Jika tidak mengetahui nama lengkapnya, Anda bisa menuliskan jabatan mereka. Contoh: “Yth. Bapak/Ibu Guru Wali Kelas [Kelas Siswa]”.
- Nama Sekolah: Cantumkan nama lengkap sekolah tempat siswa belajar.
- Alamat Sekolah: Tuliskan alamat sekolah secara lengkap.
-
Salam Pembuka (Salutation): Gunakan salam pembuka yang sopan dan formal.
- Dengan Hormat, Salam ini adalah pilihan yang paling umum dan sesuai untuk surat izin sekolah.
-
Isi Surat (Body): Bagian terpenting dari surat izin ini berisi informasi mengenai alasan ketidakhadiran siswa.
- Identitas Siswa: Sebutkan nama lengkap siswa, kelas, dan nomor induk siswa (NIS) jika ada. Informasi ini penting untuk mengidentifikasi siswa yang bersangkutan.
- Alasan Ketidakhadiran: Jelaskan alasan mengapa siswa tidak dapat hadir ke sekolah. Alasan harus jujur, jelas, dan ringkas. Beberapa alasan umum meliputi:
- Sakit: Jelaskan jenis penyakit (jika diketahui) dan berapa lama siswa diperkirakan tidak masuk sekolah. Jika memungkinkan, sertakan surat keterangan dokter.
- Keperluan keluarga: Jelaskan secara singkat keperluan keluarga yang mendesak, seperti menghadiri acara pernikahan keluarga, pemakaman, atau urusan penting lainnya.
- Acara Penting: Jelaskan jika siswa mengikuti acara penting di luar sekolah, seperti kompetisi, pelatihan, atau kegiatan ekstrakurikuler yang mewakili sekolah.
- Yang lain: Jelaskan alasan lain yang relevan dengan jujur dan sopan.
- Durasi Ketidakhadiran: Sebutkan tanggal mulai dan tanggal berakhir ketidakhadiran siswa. Jika belum pasti tanggal berakhirnya, berikan perkiraan yang realistis.
- Permohonan Izin: Nyatakan secara eksplisit permohonan izin untuk tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar selama periode yang disebutkan.
- Ucapan Terima Kasih: Sampaikan ucapan terima kasih atas perhatian dan pengertian pihak sekolah.
-
Salam Penutup (Closing): Gunakan salam penutup yang sopan dan formal.
- Salam saya, Salam ini adalah pilihan yang paling umum dan sesuai.
-
Tanda tangan dan Nama Lengkap:
- Tanda Tangan Orang Tua/Wali: Orang tua atau wali harus menandatangani surat izin tersebut.
- Nama Lengkap Orang Tua/Wali: Tuliskan nama lengkap orang tua atau wali di bawah tanda tangan.
Bahasa yang Digunakan dalam Surat Izin Sekolah
Bahasa yang digunakan dalam surat izin sekolah harus formal, sopan, dan lugas. Hindari penggunaan bahasa slang, bahasa gaul, atau singkatan yang tidak lazim. Perhatikan hal-hal berikut:
- Gunakan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar: Pastikan tata bahasa dan ejaan sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia yang baku.
- Hindari Kalimat yang Bertele-tele: Sampaikan informasi secara ringkas dan jelas.
- Gunakan Kata-Kata yang Sopan: Hindari penggunaan kata-kata yang kasar atau tidak pantas.
- Perhatikan Pilihan Kata (Diksi): Pilih kata-kata yang tepat dan sesuai dengan konteks.
Contoh Surat Izin Sekolah (Sakit)
[Nama Lengkap Orang Tua/Wali]
[Alamat Lengkap]
[Nomor Telepon yang Bisa Dihubungi]
[Tanggal Penulisan Surat]
Yth. Bapak/Ibu Guru Wali Kelas [Kelas Siswa]
[Nama Sekolah]
[Alamat Sekolah]
Dengan Hormat,
Saya yang bertanda tangan di bawah ini, orang tua/wali dari:
Nama Siswa: [Nama Lengkap Siswa]
Kelas: [Kelas Siswa]
NIS: [Nomor Induk Siswa]
Dengan surat ini, saya memberitahukan bahwa anak saya tersebut di atas tidak dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar pada hari [Tanggal Mulai] sampai dengan hari [Tanggal Berakhir] dikarenakan sakit. Anak saya mengalami [Jenis Penyakit] dan sedang dalam perawatan. Terlampir surat keterangan dokter sebagai bukti pendukung.
Demikian surat izin ini saya sampaikan. Atas perhatian dan pengertian Bapak/Ibu, saya ucapkan terima kasih.
Salam saya,
[Tanda Tangan Orang Tua/Wali]
[Nama Lengkap Orang Tua/Wali]
Contoh Surat Izin Sekolah (Kebutuhan Keluarga)
[Nama Lengkap Orang Tua/Wali]
[Alamat Lengkap]
[Nomor Telepon yang Bisa Dihubungi]
[Tanggal Penulisan Surat]
Yth. Bapak/Ibu [Nama Kepala Sekolah/Guru Wali Kelas]
[Nama Sekolah]
[Alamat Sekolah]
Dengan Hormat,
Saya yang bertanda tangan di bawah ini, orang tua/wali dari:
Nama Siswa: [Nama Lengkap Siswa]
Kelas: [Kelas Siswa]
NIS: [Nomor Induk Siswa]
Dengan surat ini, saya memberitahukan bahwa anak saya tersebut di atas tidak dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar pada hari [Tanggal Mulai] dikarenakan ada keperluan keluarga yang mendesak, yaitu menghadiri acara [Jenis Acara Keluarga].
Kami mohon izin agar anak saya dapat berhalangan hadir pada hari tersebut. Kami akan memastikan anak saya tetap mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru.
Demikian surat izin ini saya sampaikan. Atas perhatian dan pengertian Bapak/Ibu, saya ucapkan terima kasih.
Salam saya,
[Tanda Tangan Orang Tua/Wali]
[Nama Lengkap Orang Tua/Wali]
Tips Tambahan untuk Surat Izin Sekolah yang Lebih Baik
- Kirimkan Surat Izin Sedini Mungkin: Idealnya, surat izin dikirimkan sebelum siswa tidak masuk sekolah. Jika tidak memungkinkan, kirimkan sesegera mungkin setelah kejadian.
- Sertakan Bukti Pendukung: Jika memungkinkan, sertakan bukti pendukung seperti surat keterangan dokter, surat undangan, atau dokumen lain yang relevan.
- Berkomunikasi dengan Guru: Selain mengirimkan surat izin, sebaiknya berkomunikasi langsung dengan guru wali kelas atau guru mata pelajaran untuk memberitahukan ketidakhadiran siswa dan membahas tugas-tugas yang terlewat.
- Perhatikan Kebijakan Sekolah: Setiap sekolah mungkin memiliki kebijakan yang berbeda mengenai surat izin. Pastikan Anda memahami dan mengikuti kebijakan yang berlaku di sekolah anak Anda.
- Simpan salinan surat itu: Simpan salinan surat izin sebagai arsip pribadi.
- Periksa Kembali Surat: Sebelum mengirimkan surat, periksa kembali tata bahasa, ejaan, dan kelengkapan informasi.
Dengan mengikuti panduan dan tips di atas, Anda dapat menulis surat izin sekolah yang efektif, profesional, dan mudah diterima oleh pihak sekolah. Surat izin yang baik mencerminkan tanggung jawab dan kepedulian Anda terhadap pendidikan anak Anda.

